Jumat, 20 Oktober 2017

Login Anggota

Username :
Password :

Akses melalui handphone anda.

Akses dimana saja dan kapan saja dengan handphone anda melalui mobile browser yang tersedia.

Ditampilkan dalam versi mobile yang sederhana sehingga menghemat pemakaian pulsa.

Gunakan fasilitas QR Code reader untuk mengakses detail benda cagar budaya. Baca selengkapnya.

Unduh QR Code Reader

Agar dapat menggunakan fitur QR Code, silakan unduh (download) dahulu aplikasi QR Code Reader sesuai dengan tipe handphone anda. Klik disini

Tahukah Anda?

Kerkhof

merupakan sebutan untuk makam orang-orang Eropa di Salatiga zaman dulu.

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung : 826652

Total Hits : 1012850

DETAIL BENDA

Roncalli

LIHAT SEMUA FOTO Komentar : 0
Dibaca : 9377 kali
Rata-rata Rating : 4.6
No.Inventaris
11-73/Sla/033
Alamat
Jl. Diponegoro 90 Salatiga
Astronomis
07°18'51,8" LS 11029'35,1" BT
Kondisi

Bentuk bangunan depan masih asli dengan khas bangunan terawat, Lingkungan tertata rapi, terawat,

Dibangun pada tahun
1900 M
Bentuk Konservasi
Preservasi
Deskripsi

Wujud

Bangunan terletak di dalam halaman yang luas dan saat ini hanya tersisa bangunan induk dengan denah persegi dan atap perisai. Dahulu gedung ini beratap kubah dengan empat menara, mirip bangunan pagoda

Peran dalam sejarah

Bangunan terletak di dalam halaman yang luas dan saat ini hanya tersisa bangunan induk dengan denah persegi dan atap perisai. Dahulu gedung ini beratap kubah dengan empat menara, mirip bangunan pagoda.

Dahulu merupakan Kompleks Istana Djoen Eng. Terdiri dari bangunan gedung, kebun tanaman hias, kolam, kebun binatang mini, lapangan tennis dan kebun kopi. Bangunan induk dilengkapi dengan 5 kubah yang menyerupai pagoda. Kubah yang besar dan berada ditengah-tengah melambangkan Djoen Eng selaku pemilik istana, sedangkan 4 kubah lain yang mengelilinginya melambangkan keempat putra kesayangannya.

Djoen Eng adalah seorang pengusaha sukses dengan reputasi internasional. Pada tahun 1877 dia mendirikan N.V. Kwik Hoo Tong Handel Maatschappij di Semarang. Perusahaan yang bergerak dibidang eksport import ini pada tahun 1920 telah berkembang menjadi salah satu firma Hindia Belanda yang besar. Cabang –cabangnya terdapat di Taiwan, Cina, Eropa, Amerika dan hampir di seluruh Indonesia.

Ketika membangun istana di Salatiga, Djoen Eng sedang berada di puncak kejayaannya. Tapi sayang lima tahun kemudian terjadi krisis ekonomi yang melanda dunia dan membuat perusahaanya bangkrut. Dan kompleks istana tersebut disita oleh Javasche Bank.

Pada bulan April 1940 kompleks istana ini dibeli oleh gereja katholik dari Kongregrasi FIC dan dibiarkan kosong. Ketika tentara Jepang masuk ke Indonesia, gedung megah ini berubah fungsi menjadi kamp interniran bangsa Belanda.

Antara tahun 1946 dan 1949 berubag fungsi lagi sebagai tangsi tentara Belanda. Pada bulan Mei 1949 barulah bluder-bluder FIC menempatinya.

Namun setelah Institute Roncalli berdiri pada tanggal 12 Mei 1968, istana megah itu direnovasi. Sayangnya atap bangunan dengan kubah yang unik itu justru dipotong sehingga cirri khasnya hilang.

Aspek Arsitektural

- Aspek Estetika

Merupakan bangunan rumah tinggal yang secara jelas memperlihatkan gaya art deco

- Aspek Kejamakan

Mewakili gaya bangunan rumah tinggal yang berkembang di Kota Salatiga

- Aspek Kelangkaan

Salah satu dari dua bangunan rumah tinggal dengan gaya art deco yang bertingkat dua

- Peran Terhadap Kawasan

Membentuk citra koridor Diponegoro

- Aspek Keistimewaan