Kamis, 14 Desember 2017

Login Anggota

Username :
Password :

Akses melalui handphone anda.

Akses dimana saja dan kapan saja dengan handphone anda melalui mobile browser yang tersedia.

Ditampilkan dalam versi mobile yang sederhana sehingga menghemat pemakaian pulsa.

Gunakan fasilitas QR Code reader untuk mengakses detail benda cagar budaya. Baca selengkapnya.

Unduh QR Code Reader

Agar dapat menggunakan fitur QR Code, silakan unduh (download) dahulu aplikasi QR Code Reader sesuai dengan tipe handphone anda. Klik disini

Tahukah Anda?

Soloscheweg

adalah nama jalan yang sekarang dikenal dengan jalan jendral Sudirman

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung : 855058

Total Hits : 1047828

DETAIL BENDA

Kompleks Polres Salatiga

LIHAT SEMUA FOTO Komentar : 0
Dibaca : 7365 kali
Rata-rata Rating : 0
No.Inventaris
11-73/Sla/055
Alamat
Jl. Adi Sucipto 1 Salatiga
Astronomis
07°19'45,0" LS 11029'59,8" BT
Kondisi

Bangunan pendhapa telah ditambah dinding permanen dan penambahan kuncungan, begitu juga dengan bangunan belakang (ndalem/bangunan utama) telah ditambah deng, Karena dahulu merupakan kompleks kepatihan, maka terdiri atas beberapa bangunan., Kayu soko rowo dan bahu telah keropos, terawat,

Dibangun pada tahun
1810 M
Bentuk Konservasi
Rekonstruksi
Deskripsi

Wujud

Kompleks bangunan yang terdiri atas pendhapa joglo dan rumah tinggal kepatihan. Kompleks ini dilengkapi dengan alunalun yang merupakan bagian dari tata kota tradisional. Bangunan ini dahulu dibangun oleh Patih Sidoamuk pada tahun 1810 M

Peran dalam sejarah

 

Meskipun pada waktu itu sudah ada seorang Assistant Resident yang memimpin Salatiga, namun pada tahun 1904 Salatiga ditetapkan sebagai Kepatihan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Jadi mulai saat itu di Salatiga ditempatkan seorang Patih pribumi. Sejak saat itu terdapat dualisme pemerintahan di Salatiga.

Sang Patih tinggal di rumah dinas Kepatihan yang berada disebelah utara alun-alun Salatiga. Kompleks ini dibangun pada tahun 1860 pada maasa pemerintahan BupatiRaden Toemenggoeng Prawirokoesoemo yang terkenal dengan sebutan Bupati Sedo Amuk.

Gedung Kepatihan tersebut masih bertahan sampai saat ini dengan beberapa renovasi sebagai Kantor Polres Salatiga.

Aspek Arsitektural

- Aspek Estetika

Merupakan kompleks bangunan yang secara jelas memperlihatkan ciri arsitektur campuran (tradisional dan kolonial). Ciri tradisional terlihat pada pendhapa joglo, sedangkan bagian ciri colonial terlihat pada bangunan rumah tinggal yang dihubungkan dengan doorloop

- Aspek Kejamakan

 

- Aspek Kelangkaan

Satu-satunya bangunan dengan ciri arsitektur campuran yang memiliki pendhapa joglo

- Peran Terhadap Kawasan

Memperkuat citra kawasan Kepatihan masa tradisional yang terus berlanjut hingga masa kolonial

- Aspek Keistimewaan

Bangunan tertua yang menggunakan ciri arsitektur campuran di Kota Salatiga

- Aspek Estetika

Merupakan kompleks bangunan yang secara jelas memperlihatkan ciri arsitektur campuran (tradisional dan kolonial). Ciri tradisional terlihat pada pendhapa joglo, sedangkan bagian ciri colonial terlihat pada bangunan rumah tinggal yang dihubungkan dengan doorloop